Tentang Kemantapan Hati

Kali ini tentang kemantapan hati yang datang tiba-tiba, sabtu (24/5) hatiku sangat deg-degan. Aku telah menyuruh seseorang untuk membuat proposal tujuan hidupnya. Lucunya, beberapa hari sebelumnya dia pernah bertanya kepadaku, “Nin, selain proposal apa tidak ada syarat lain?”, bingung kan mau jawab apa. ya udah aku dengan sederhananya menjawab ingin ke Jepang. Jika dia bilang dia bisa membawaku ke Jepang aku akan langsung bilang iya menerimanya. Ternyata harapan dan kenyataan itu berbeda yah, dia malah tanya-tanya kenapa harus ke Jepang. Gubrak. 

Next, sabtu itu aku mendapat sms katanya dia sudah menyerahkan foto ke Pak Roso, dan sesuai perjanjian aku pun juga ingin menagih proposalnya (eitss karena sudah lebih dari jam 8 aku urungkan niat menagih itu). Pas Ahadnya (25/5) bangun jam 3 pagi langsung sms dia buat nagih proposalnya. Tak tahu mengapa perutku mules diare, kata mama karena tegang. hahai, tegang dari mana coba (mengelak). 

Kalau hari ahad itu ya, aku nyebutnya hari yang super menyibukkan bahkan nggak ada waktu buat leyeh-leyeh. CoBa bayangin, bangun tidur-sholat lail-sholat subuh-ngekumi kumbahan-lari lari-nyuci baju-kadang nyuci piring-njemur-mandi-nyapu-siap siap jihad pagi-tahsin-jm 4 nyampai rumah-MCK-sholat maghrib-nyetrika-tidur. Padet kan?

Nah, ceritanya pas Ahad itu aku ngajak mama buat nemuin Pak Suroso, ya itu ambil fotonya. Dijelasin alur-alur nanti kalau setuju ya langsung taaruf ahad besok (rencana 1/6). LOL.

Dan, nemuin mbk Ida katanya ada titipan buatku. Proposal itu berbentuk surat. Aku pun memanfaatkan peluang bertanya lebih tentang dia, yang bikin hatiku nyaman itu kata-kata mbk Ida yang “Dia itu sayang banget sama ibuknya juga rajin, mau disuruh nyuci baju sama piring”, hehehe. Analoginya, jika seorang laki-laki sayang sama ibuknya berarti nanti dia juga bakal sayang sama istrinya, bisa menghargai istrinya dalam keadaan apapun, dan pastinya bisa diajak bagi-bagi tugas rumah tangga.

Tapi yang bikin aku bingung kenapa dia mau menikah denganku, aku merasa tidak ada kelebihan apapun selain kelebihan kepedean. Hahahaha. Itu bener lohh.

Nah,saking penasarannya aku sampai berharap tahsinnya segera selesai, tapi ustaz-nya betah cerita pengalamannya. TT. Setelah beberapa jam selesai sudah tahsiin (senengnta,itu sebagian harapan loh ya) aku duduk didalam kelas sambil buka itu amplop. Saat mulai membuka, eh ada temen tahsin yang masuk. Duhh, aku takut kalau dikira lagi menerima surat dari pacarnya. Bismillah. Khusnudzon dia berpikir aku lagi membaca surat dari sahabat.

bla bla bla bla bla hahahahaha bla bla bla (sumpah lucu banget isi ceritanya eh isi proposalnya)

Orang ini bener-beneran simpel dan sederhana

Ok lah, aku rasa dia cocok denganku. jadi untuk saat ini aku tidak punya alasan buat tidak menerimanya. Ya Allah, hatiku benar-benar nggak karuan rasanya. Sore sekitar jam 4, mbk ida sms katanya,” Nin, kalau mau tanya apa2 soal masku tak layani di w.a yaa,, bude (ibuke dia) habis kerumahku..cerita kalau masku bener2 serius sama km, dah diwejangi keluarga besarku juga..”, beneran tambah nggak karuan lalu aku pun menjawab, “Inggih mbk, insyaAllah q sdh meyakinkan diriku untuk menerimanya”, bijak kan jawabanku seketika itu juga plong rasanya, lalu ada sms balasan, ” Ya Allah, aku terharu, budeku sampai nangis terharu juga”

Speechless, mereka sudah sejauh itu tentang keseriusan dia buat aku, aku saja keluarga besar belum ada yang tahu.

Bismillah–semoga ini keputusan yang tepat–

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s