Hatiku sudah co…

Hatiku sudah condong kepadanya, tapi tetap aku akan memutuskan setelah membaca proposal dan sholat istikharah

Salah satu yang aku takutkan ketika aku memperkenalkan seorang laki-laki ke orangtuaku adalah pekerjaannya. Jujur, ketika dipilihkan seseorang yang berprofesi pegawai oleh ustazku aku tidak terlalu menyukai. Aku saja sampai sekarang bingung ingin menikah dengan siapa, orang yang seperti apa, bagaimana orangnya, beneran aku belum tahu. Aku hanya menginginkan seseorang yang menerimaku apa adanya dan tidak menuntutku bekerja keras.

Saat ini aku terkesima dengan keberanian temanku yang ingin melamarku, setahuku dia dulu menyukaiku dan aku pun sangat tidak suka dengannya. Sekarangpun aku salut untuknya, butuh beberapa proses untuk menerimanya dalam kehidupanku. Aku menyukai laki-laki yang pintar sedang aku tidak tahu dia pintar atau tidak, aku menyukai laki-laki yang soleh sedang aku tidak tahu menahu akhlaknya saat ini, dan aku pun tidak punya alasan mengapa aku tidak menyukainya. Awalnya, aku sangat menolak kehadirannya dan aku merasa sangat jahat. Beberapa hari kemudian Mbak Ida (kakak imamta, luv u full mbak) menasihatiku agar tidak menutup hati, mulai membuka hati untuk melihatnya lebih jauh, dan yang terpenting aku tidak boleh menolak tanpa alasan syar’i nanti akan disulitkan jodohnya. Ya, aku menolaknya tanpa alasan dan hanya sekedar tidak suka. Siap mbak. ^^

Aku pun mulai menggali info tentangnya, mulai dari tanya-tanya dengan mbk Ida dan teman ormawa-nya. Desi, sahabatku pun mulai aku tanyai tentang dia, setelah mengetahui tentang dirinya aku mulai bisa memahami dan mengerti, dan kata sahabatku ada kelebihan dia yaitu bisa berbahasa inggris dan arab. haaaaa, seneng banget jadi kalau dia bisa bahasa inggris kan bisa membawaku ke luar negeri. Semoga. Tapi sampai sekarang aku belum berani menanyakan langsung ke orangnya. TT . Dia pernah mempunyai seseorang dan aku pun bisa menerima keadaan itu karena aku juga pernah mempunyai seseorang. Prinsipku adalah hidup tidak untuk memandang ke belakang tapi harus memandang ke depan.

Pernah aku mendengar acara reality show Pak Mario Teguh berkata, “Jika ingin didekatkan jodohnya, maka yang dekat itu ya jangan ditolak”, jleb banget kata-kata itu sepadan pas aku berdoa untuk diidekatkan jodohku. Ya Allah, apakah memang dia. Semoga aku diberi yang terbaik : baik untukkt, agamaku, anakku, dan masa depanku kelak.

Ok. Aku akan menunggu proposalnya

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s