Surat Cintaku untuk Mama

Assalamu’alaikum wr.wb
“Kasih ibu sepanjang masa”
Ma, terimakasih untuk pemberian dan pengorbanan selama ini.
25 Februari 2013, tubuhku lumpuh dan engkau yang segera sigap ke kampusku masih dengan pakaian gurumu. Selama 2 minggu cuti kerja tanpa takut akan dimarahi atasan karena tak sempat ijin. Yah, semula aku didiagnosa pecah pembuluh darah, untuk menghentikannya pun harus total di tempat tidur tanpa boleh bergerak, kau membesarkan hatiku terus-terus untuk bertahan dan bersabar.
Setelah beberapa hari, dokter menyarankan untuk pindah ke RS Karyadi untuk segera di tangani lebih lanjut. Dulu sempat mengira bagaimana perasaan orang yang berada di ambulans, kini akupun merasakan di dalam ambulans dari Solo ke Semarang. Goncangan ban mobil membuat kami terguncang, mama terus memegangi kepalaku agar tidak terguncang.
Pemeriksaan pun dilakukan, dan hasilnya dokter disana tidak berani melakukan embolisasi, akhirnya dokter memberi pilihan untuk pengobatan akhir yakni gamma knife di Singapura atau di Jepang. Aku menangis karena biaya pengobatan itu tidaklah kecil, bagaimana orangtuaku punya uang sebesar itu?
Dimana ada usaha, disitulah ada jalan.
Ungkapan seperti itulah, yang membuat mamaku setuju untuk membawaku ke luar negeri, adalah jepang tempat yang akan dituju. Untuk menunggu konfirmasi dari rumah sakit di Jepang, kami dasarankan untuk pulang. Tentu saja pemulihan anggota tubuhku yang tidak bisa bergerak.
Alhasil, teman dan kerabat tak henti-hentinya berkunjung hingga aku lelah menjawab pertanyaan mereka, mama pulalah yang mengertikan mereka. Terimakasih ma
Mama menemaniku untuk melatih otot-ototku agar bisa digerakkan secara normal seperti sedia kala. Dua bulan kami menanti panggilan dari Jepang, mama khawatir. Hari yang ditunggu pun tiba, sampailah kami di negara Sakura masih berdua dengan mama. Mama tanpa takut dan tak malu bertanya. Mama menemaniku jalan-jalan setelah proses gamma knife selesai.
Mama, terimakasih
Kini aku sehat dan normal
Bisa berjalan menapaki bumi pertiwi ini

Wassalamu’alaikum wr.wb
Peluk cium
Anindya
DSC05797

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s