Pembelajaran PKn dengan Media Wayang

Pembelajaran PKn dengan menggunakan media pembelajaran “wayang”

Sebagai seorang guru, harus kreatif dalam menyampaikan pembelajaran. Guru harus mampu menggunakan berbagai media pembelajaran, agar murid lebih memahami dan mengerti mengenai materi yang diajarkan. Media tersebut dapat berupa gambar, benda nyata, alam sekitar, bahkan dapat pula menggunakan “Wayang” sebagai media pembelajaran yang menarik bagi murid. Menggunakan wayang sebagai media pembelajaran memiliki nilai tambah tersendiri, selain memudahkan guru menyampaikan materi juga sebagai ajang mengenalkan murid terhadap kebudaan Jawa yang ada.
Penggunaan wayang sebagai media pembelajaran, dapat diterapkan pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Hal ini dikarenakan setiap tokoh dalam cerita wayang memiliki sikap tertentu yang dapat dikaitkan dengan sikap dan perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dilakukan guru dengan cara, memilih dahulu tokoh dalam cerita wayang, lalu menyesuaikan dengan SK, KD, dan indikator mata pelajaran yang akan disampaikan, dan yang terakhir guru mengemas dan mengkaitkan cerita wayang tersebut dengan materi, sehingga murid menjadi tertarik terhadap pembelajaran.
Contoh:
Tokoh : Abimanyu
Cerita : Abimanyu Gugur

Standar Kompetensi:
1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Kompetensi Dasar:
1. 1. Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Indikator:
1.3.1 Menunjukkan sikap rela berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI.
1.3.2 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam upaya menjaga
keutuhan NKRI.

Pelaksanaan pembelajaran
Guru mengawali pelajaran seperti biasa, berdoa, presensi kehadiran siswa, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Setelah itu, guru memancing pengetahuan siswa dengan memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan materi, misalnya: “ Siapakah Pangeran Diponegoro?”
Kemudian, guru menjelaskan materi mengenai contoh-contoh perilaku dalam menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berupa sikap cinta tanah air, membina persatuan dan kesatuan, dan rela berkorban. Guru juga menunjukkan contoh-contoh menjaga keutuhan NKRI baik di rumah, sekolah, dan di masyarakat.
Untuk lebih memperjelas materi yang disampaikan, guru memperlihatkan salah satu tokoh wayang (Abimanyu) dan menanyakan kepada peserta didik, siapakah tokoh tersebut. Setelah itu, guru bercerita tentang Abimanyu yang merupakan anak Arjuna dengan Wara Sembadra. Kemudian, guru memperlihatkan video dan menceritakan tentang perang Baratayuda. Yaitu, perang antara keluarga Pandawa melawan keluarga Kurawa. Perang itu terjadi karena Kurawa mengambil hak Pandawa atas negara Astina, kemudian Pandawa berusaha merebut kembali hak-nya, sehingga terjadilah perang Baratayuda. Dalam perang Baratayuda tersebut banyak korban berjatuhan baik dari pihak Pandawa maupun Kurawa.
Ketika tahu semua saudaranya gugur, Abimanyu yang saat itu masih berusia 16 tahun menjadi lupa untuk mengatur formasi perang, dia maju sendiri ke tengah barisan Kurawa dan terperangkap dalam formasi mematikan yang disiapkan pasukan Kurawa. Tak menyiakan kesempatan untuk bersiap-siap, Kurawa menghujani senjata ke tubuh Abimanyu sampai Abimanyu terjerembab dan jatuh dari kudanya. Abimanyu terlihat seperti landak karena berbagai senjata menancap di tubuhnya.
Dengan senjata yang menancap diseluruh tubuhnya sehingga dia tidak bisa jalan lagi tidak membuat Abimanyu menyerah dia bahkan berhasil membunuh putera mahkota Hastinapura dengan melemparkan keris Pulanggeni. Pada saat itu pihak Korawa tahu bahwa untuk membunuh Abimanyu, mereka harus memutus langsang yang ada didadanya, kemudian Abimanyu pun gugur oleh gada Kyai Glinggang atau Galih Asem milik Jayadrata, satria Banakeling.
Setelah selesai menonton video wayang dan menceritakan kisah Abimanyu Gugur, guru mengajak siswa berdiskusi mengenai hubungan antara cerita Abimanyu Gugur tersebut dengan materi yang dipelajari tentang menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dari diskusi tersebut, siswa dapat menunjukkan bahwa Abimanyu adalah seorang pahlawan negara, Kurawa adalah penjajah, dan gugurnya Abimanyu adalah sikap menjaga keutuhan negara. Untuk itu, para peserta didik hendaknya mampu mencontoh sikap Abimanyu yang memiliki sifat tak kenal takut” atau “bersifat kepahlawanan”, mencintai tanah air, rela berkorban demi menjaga keutuhan negaranya., besar tanggung jawabnya, dan pemberani.
Setelah selesai berdiskusi bersama, guru membentuk kelompok untuk mengerjakan soal Lembar Kerja Siswa (LKS), lalu menarik kesimpulan bersama. Setelah itu, guru memberikan soal evaluasi yang harus dikerjakan siswa, kemudian dibahas bersama-sama. Setelah selesai membahas, guru memberikan penguatan kepada siswa, memberikan PR, kemudian menutup pelajaran.
Begitulah cara menggunakan wayang sebagai salah satu media pembelajaran yang efektif.
(Rima_PGSD-UNS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s