Penggunaan Media ‘Wayang’ dalam Mata Pelajaran PKn sebagai Pendidikan Karakter

Standar

Dalam era globalisasi, kebudayaan-kebudayaan bangsa sekarang sudah mulai luntur dari masyarakat kita karena masyarakat kita khususnya para pemuda lebih condong senang meniru budaya-budaya luar dari pada budaya asli kita sendiri. Sebagai calon pendidik, kita diharapkan mampu mengajarkan dan memperkenalkan warisan nenek moyang salah satunya wayang, penggunaan media pembelajaran menjadi alternatif pengenalan tokoh maupun cerita pahlawannya. Modernisasi yang dianggap tidak ubahnya sebagai westernisasi telah menggerus budaya tradisional. Menjadi seorang pendidik dituntut untuk cakap, kreatif, dan inovatif, dalam menyampaikan materi pembelajaran agar siswa-siswi yang diajar memahami materi tersebut.  Pendidikan karakter menjadi alternatif perbaikan pribadi bangsa. Salah satu penerapannya bisa dilakukan di mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), penggunaan tokoh wayang digunakan sebagai media pembelajaran dan untuk memperkenalkan karakter kepahlawanan warisan budaya.

Penggunaan tokoh wayang juga harus diselaraskan dengan Standar Kompetesi (SK), Kompetensi Dasar (KD), dan indikator yang akan dicapai. Kesesuaian tersebut agar tidak terjadi keambiguan materi. Misal : penulis menggunakan tokoh Dewi Srikandi yang mempunyai sosok bela juang seperti Cut Nyak Dhien yang membela negaranya.

Dewi Srikandi dalam Perang Baratayuda.


 

Kelas/ Semester                 : V/I

Standar Kompetensi         : 1. Memahami pentingnya keutuhan Negara                                                    Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kompetensi Dasar             : 1.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku                                                    dalam menjaga Keutuhan Negara Kesatuan                                                  Republik Indonesia.

Indikator:

1.3.1     Menunjukkan sikap rela berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI.

1.3.2     Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam upaya menjaga

keutuhan NKRI.

Tujuan Pembelajaran :

  1. Siswa dapat mengetahui sikap kepahlawanan melalui penjelasan guru dengan baik.
  2. Siswa dapat meneladani karakter tokoh dalam menjaga keutuhan NKRI dengan baik.

Materi             : Tokoh-tokoh yang berperilaku dalam menjaga keutuhan NKRI.

Proses pembelajaran :

Dewi Srikandi dalam Perang Baratayuda

Dalam memulai pembelajaran, seperti biasanya guru melakukan apersepsi yakni, berdoa, presensi, dan bertanya kabar. Selanjutnya sebelum masuk ke inti materi, guru memancing siswa dengan pertanyaan : Siapakah tokoh pahlawan wanita Indonesia?dan siapa tokoh Cut Nyak Dien?.

Pertanyaan pancingan tersebut untuk pemanasan siswa terlebih dahulu, selanjutnya guru menerangkan perilaku kepahlawanan beberapa tokoh di Indonesia. Perilaku yang merupakan sikap menjaga keutuhan antara lain, cinta tanah air, toleransi, membina kesatuan, dan rela berkorban. Untuk lebih memperdalam materi, guru menggunakan tokoh wayang ‘Dewi Srikandi’ sebagai salah satu tokoh yang pintar dan mempunyai semangat bela negara. Guru bercerita tentang kepahlawanan Dewi Srikandi dalam perang Baratayuda. Perang Baratayuda mengisahkan perebutan negara Hastinapura oleh dua keluarga, yakni keluarga Pandawa dengan keluarga kurawa, yang benar-benar mempunyai hak atas negara Hastinapura adalah keluarga Pandawa. Sebagai guru, kita dapat mengumpamakan Pandawa itu sedang membela tanah airnya yang saat itu direbut penjajah (keluarga kurawa). Untuk  lebih jelas guru dapat menggunakan media gambar nyata saat peperangan Baratayuda, sehingga siswa mempunyai gambaran kejadian perang tersebut.

Guru menceritakan tentang Dewi Srikandi, Dewi Wara Srikandi adalah putri Prabu Drupada, raja negara Cempalareja. Waktu masih remaja putri ia berguru memanah pada Raden Arjuna. Dewi Srikandi senang dalam olah keprajuritan dan ia juga mahir menggunakan senjata panah. Kernudian ia diperistri Raden Arjuna. Di dalam perang Baratayuda, Srikandi diangkat sebagai panglima melawan Bisma yang menjadi pahlawan Korawa dan ditewaskan oleh Srikandi. Srikandi seorang putri perwira yang senantiasa menjaga kehormatan suami, baik di masa damai maupun di masa perang. Dewi Srikandi bukan saja berperang seperti yang biasa dilakukan orang. Di dalam perang Baratayuda pun ia berperang sebagai perjurit perwira. Srikandi kemudian gugur di tangan Aswatama, putera Resi Drona yang menyelundup masuk ke keraton Astina setelah perang berakhir.

Setelah siswa mendengarkan cerita yang disampaikan dari guru, siswa dibentuk kelompok untuk mendiskusikan perilaku tokoh pahlawan dalam membela negara. Dari apa yang telah disampaikan guru tadi mengenai Dewi Srikandi, siswa dapat menyimpulkan perilaku dalam menjaga keutuhan negara dan karakter apa saja yang dapat dicontoh, serta menghubungkan dengan pahlawan di Indonesia yang sama karakter dengan tokoh wayang tersebut.

Hasil diskusi setiap kelompok siswa mempresentasikan di depan dan menyimpulkan bersama guru. Dewi srikandi merupakan tokoh pahlawan wanita yang tidak mengenal rasa takut, piawai dalam berperang, rela berkorban hingga pada akhirnya beliau dibunuh setelah perang selesai, semangat cinta tanah air sama halnya dengan tokoh wanita di Indonesia, seperti Cut Nyak Dien, R.A Kartini, dsb.

Setelah bersama-sama menyimpulkan dengan guru, siswa mengerjakan soal evaluasi. Untuk lebih memperluas pengetahuan siswa, guru memberikan tugas membuat kliping tentang kepahlawanan beserta tokohnya. Lalu, guru menutup pembelajaran.

Ada banyak metode penyampaian materi dengan media wayang, salah satunya yang telah penulis uraikan di atas. Menjadi pendidik tidaklah mudah, karena mempunyai tanggung jawab membentuk karakter anak yang sesuai dengan pribadi bangsa. Oleh karena itu media pembelajaran wayang menjadi alternatif pengenalan karakter tokoh sekaligus pengenalan warisan budaya Indonesia.(Anindya-PGSD FKIP UNS)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s